Senin, 26 April 2010

Langkah-langkah Memaksimalkan Kesuksesan Kepemimpinan

Pernahkah Anda merasa terdesak dalam posisi baru dan diminta membuat keajaiban? Apa yang pertama kali Anda lakukan saat Anda diminta menangani kinerja tim yang buruk, departemen atau proyek yang berantakan? Apakah Anda akan langsung terjun dan menyelematkan mereka atau memberikan masukan untuk mencoba berteman atau mempengaruhi orang?
Kelima langkah berikut ini bisa dilakukan berulang kali dan dilakukan setiap saat. Gunakan mereka di setiap peran atau situasi baru dan kami semua akan tahu Anda akan memaksimalkan kesuksesan Anda dan orang lain.
1. Memberikan kejelasan
Jika Anda tidak mengerti apa yang diminta untuk melakukannya bagaimana Anda bisa melakukannya? Lupakan gosip, ide, serta opini Anda sesaat karena langkah pertama adalah mendapatkan kejelasan peran Anda dengan menanyakan berikut:
  • Apa yang sesungguhnya diminta dari Anda? Jangan menganggap memahami dari penjelasan awal.
  • Peran apa yang harus Anda mainkan? Orang yang tangguh, memiliki motivasi, praktis, rapi, atau semuanya.
  • Mengapa mereka meminta Anda? Apakah ini yang Anda lakukan yang membuat Anda memilih peran ini?
  • Bagaimana dengan kerangka waktunya? konstrain? ketergantungan?
  • Bagaimana dengan lini akuntabilitas, tingkat wewenang, dan lingkup tanggung jawab?
Catatan Penting – jika orang yang meminta Anda untuk mengambil peran ini tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut carilah omrang lain yang bisa. Perjelas alur pelaporan dan tujuan Anda. Tanpa ini semua kesuksesan akan terbatas.
2. Agenda
Cari tahu siapa yang memiliki agenda dan mengapa. Motivasi apa yang ada dibalik kebutuhan ini dan bagaimana mereka mengabungkannya dengan lingkup tantangan yang ada? Dengan memiliki informasi ini akan membantu Anda mengindentifikasi dan mengisi gap dalam waktu singkat.
3. Pemikiran/Ide Awal
Berdasarkan pada Langkah 1 dan 2, serta berbagai isu, kabar angin dan koridor pembicaraan yang Anda angkat, ini saatnya untuk mulai membentuk opini awal. Banyak dari hal ini yang akan ditanyakan, dimana Anda akan menjawabnya di Langkah 4 dan 5. Penting untuk menyimpan penilaian dan tetap membuat opini mencair sampai Anda semua mendapatkan input karena pada tahap ini Anda hanya bicara dengan wewenang yang lebih tinggi dan belum bicara dengan tim Anda yang baru.

Rabu, 21 April 2010

Hari Kartini

KabarIndonesia - Kartini tentu tak mengharapkan dirinya diperingati setiap tanggal 21 April di negeri ini. Mungkin ada keterlanjuran sejarah yang masih bisa dikoreksi bahwa Hari Kartini alangkah lebih baik disebut saja Hari Perempuan Nasional.

Kartini sebagai sosok perempuan memang salah satu pelaku sejarah. Dengan membaca dan mencermati surat-suratnya, kita bisa membaca beragam pemikiran dan cita-cita Kartini. Ada gagasan dan pemikiran luar biasa di dalamnya. Kartini tentu bukan sosok yang ingin dikultuskan, bahkan dimitoskan. Kartini tetaplah sosok manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kelemahan.

Cita-cita Kartini ingin menempatkan perempuan sebagaimana mestinya. Pemikiran Kartini sebenarnya begitu luas, tak melulu berbicara perempuan. Kartini berbahagia ketika perempuan mampu berkontribusi mendidik anak-anak bangsa. Ada perempuan-perempuan lain seperti Rohana Kudus dari Sumatera Barat yang berkiprah memajukan kaum perempuan.

Menjadikan setiap tanggal 21 April sebagai Hari Kartini memang sah-sah saja. Namun, kita malah memosisikan Kartini secara berlebihan. Pernahkah kita berpikir, apakah Kartini menghendaki hari lahirnya diperingati?

Sejarah negeri ini adalah perjalanan panjang perjuangan. Banyak perempuan-perempuan perkasa yang lahir di negeri ini dengan segenap karya dan juangnya. Meskipun perempuan-perempuan perkasa itu tak pernah berkeinginan untuk dikenal, kita tentu tak dilarang mengingatnya. Kita perlu “membuka sejarah”. Kita harus menempatkan Kartini di posisinya. Begitu juga dengan pejuang-pejuang perempuan lain. Kita tak mungkin melupakan Kartini, tapi lupakanlah Hari Kartini. Ke depan, kita jadikan saja sebagai Hari Perempuan Nasional. Wallahu a’lam.

Sumber : http://www.frankgarsel.web.id/2010/04/hari-kartini.html

Selasa, 06 April 2010

Kota Bandung

Kota Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kota ini juga merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta . Bandung juga melahirkan banyak musisi-musisi terkenal, sehingga Bandung mendapat julukan Kota Musisi. Pada zaman dahulu ia dikenal sebagai Parijs van Java (bahasa Belanda) atau "Paris dari Jawa" dan pernah diniatkan menjadi ibukota Hindia-Belanda. Bandung terletak di dataran tinggi, sehingga berhawa lebih sejuk bila dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Indonesia.

Bandung menyimpan sejarah penting bagi Indonesia. Di kota ini berdiri perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (Technische Hoogeschool, sekarang ITB), menjadi ajang pertempuran di masa Revolusi Kemerdekaan, serta menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955, suatu pertemuan yang menyuarakan semangat anti kolonialisme, bahkan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya mengatakan bahwa Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika. Bandung saat ini menjadi salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bandung

Kamis, 25 Maret 2010

Marketing yang Cerdas

Apakah Anda menarik prospek dalam jumlah yang besar dengan biaya yang rendah ...dan mengubahnya menjadi pembeli? Bukan hal sulit jika Anda mengikuti 3 langkah mudah ini.

Langkah 1: Mengendalikan biaya iklan

Mencari cara untuk meningkatkan volume sales tanpa meningkatkan biaya iklan. Misalnya:

[Nego harga dengan agen iklan]
Banyak agen iklan yang bersedia memberikan diskon khusus demi kelangsungan usaha Anda. Berinisiatif ketika Anda menempatkan iklan. Mintalah diskon... atau diskon yang lebih besar dari yang pernah ditawarkan.

[Memotong iklan]
Mengurangi ukuran iklan sehingga Anda bisa memasang iklan tanpa menambah biaya. Tidak menutup kemungkinan jika iklan mini memberikan respon yang lebih besar daripada iklan yang besar.

Step 2: Melakukan publisitas gratis

Publisitas adalah apa yang Anda dapatkan ketika orang lain mempromosikan usaha Anda. Ini akan menciptakan kredibilitas lebih dengan kustomer daripada iklan…dan ini memberikan sales dengan harga yang lebih rendah.

Mulai program publisitas bagi bisnis Anda atau ekspansi apa yang sudah Anda punya. Berikut 3 cara sederhana yang bisa Anda gunakan:

Temukan berita yang layak untuk bisnis Anda. Tuliskan dalam news release dan kirimkan ke penerbit.
Menghubungi usaha lain yang bukan kompetitor di bidang Anda. Tawarkan untuk mempublikasikan produk atau jasa mereka untuk kustomer Anda, dan sebagai gantinya mereka mempublikasikan jasa Anda pada kustomernya.
Menulis artikel "praktis" untuk membantu kustomer pada target pasar Anda. Promosikan produk atau jasa terkait dengan artikel Anda. Distribusikan artikel Anda di penerbit ezine, web site dan majalah bisnis.
Perhatian: Gunakan publisitas gratis sebagai suplemen iklan Anda. Anda yang menentukan dimana dan kapan iklan tersebut muncul. Anda tidak bisa menentukan dimana atau kapan Anda mendapatkan punlisitas... atau tidak mendapatkan sama sekali.

Rabu, 17 Maret 2010

Rabu, 03 Maret 2010

Produk Sepatu Cibaduyut

Seperti ulasan dari artikel sebelumnya tentang Sepatu Cibaduyut, sepatu cibaduyut merupakan produk tangan tangan terampil yang dikenal di kota bandung dan sampe melanglang ke seluruh kota yang ada di indonesia dan sempat sampai terkenal ke luar negeri.

Ulasan disini tentang Sepatu Cibaduyut yang ada di buatanbandung bahwa produk cibaduyut tidak hanya di sepatu saja melainkan didunia fashion dsb, sepertihalnya contoh untuk satu brand tertentu pasti dalam sebuah katalog berisi tidak hanya septu saja seperti halnya Garucci Shoes,  Mitaco ShoesGarsel dan banyak lagi.




Sepatu Cibaduyut

SENTRA industri sepatu Cibaduyut telah dikenal sejak lama. Tak hanya dikenal di Bandung, tapi juga melanglang hingga ke luar kota. Beberapa pengusaha bahkan sempat mendapat pesanan dari luar negeri. Ini menandakan kualitas sepatu Cibaduyut setara dengan produk negara lain.
Hanya saja, daya tarik produk Cibaduyut tak melonjak drastis. Perkembangannya bisa dikatakan stagnan. Namun produk Cibaduyut tak lekang oleh waktu. Pengalaman memberikan pelajaran berharga. Karena pengalaman itu pula, perajin sepatu di sana sering kebanjiran order, termasuk dari kalangan produsen asal Bandung dan Jakarta.
Sepatu buatan Cibaduyut sebetulnya sudah banyak dipakai berbagai kalangan. Hanya saja, jika memakai label "Made in Cibaduyut", nyaris tak banyak peminat. Konsumen lebih menyukai sepatu dengan merek asing yang terdengar lebih trendi dan up to date. Padahal, sepatu dengan merek terkenal kenyataannya banyak yang dibuat di sini.
Sepatu Cibaduyut merupakan salah satu dari sekian contoh produk dalam negeri. Produk yang memiliki kekuatan lainnya adalah tekstil. Sudah sejak lama, Indonesia memiliki produk berkualitas untuk diserap pasar luar negeri. Misalnya polyester asal Indonesia termasuk lima besar terbaik di dunia. Salah satu pabrik penghasil polyester terbesar juga ada di Jabar.
Sayangnya, kedua produk ini dan juga produk asal Indonesia lainnya juga tak berkembang. Indonesia justru kebanyakan bisa menjual bahan baku. Lalu setelah diolah di negara lain dan menjadi produk, konsumen malah menyukai produk tersebut.
Selain lantaran masalah klasik, misalnya tak memiliki mesin canggih untuk bersaing, juga karena karakter konsumen Indonesia yang lebih menyukai produk luar negeri merek terkenal, ketimbang produk dalam negeri dengan merek tak begitu dikenal.
Produk dalam negeri seperti sepatu Cibaduyut atau jins Cihampelas kian melorot karena serbuan produk luar. Dengan berbagai model dan harga yang murah, kini menjadi pilihan masyarakat. Tak sedikit kemudian perajin yang berjualan produk luar karena pasarnya besar.
Di tengah kondisi inilah, pemerintah mencoba membantu dengan menerbitkan Permendag No. 56/M-DAG/PER/12/2008 tentang ketentuan impor lima produk konsumsi, yakni alas kaki, garmen, produk elektronik, mainan, serta makanan dan minuman. Pasalnya, produk-produk inilah yang diimpor paling banyak secara ilegal.
Aturan ini sedikit memberi napas bagi produsen karena bisa menggairahkan industri lokal serta mengurangi barang impor yang memang banyak beredar. Kendati begitu, beberapa pengamat pesimistis dengan proteksi tersebut. Negara lain yang biasanya masuk akan berpikir cara lain untuk tetap memasukkan barangnya ke Indonesia.
Pasalnya, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar. Tak heran banyak pengusaha luar negeri berani membayar mahal untuk dapat memasarkan barangnya di negeri ini.
Sebagian pengamat menilai, selain aturan tersebut, pemerintah juga harus memberi fasilitas lain bagi produsen dalam negeri. Antara lain penyediaan mesin canggih yang terjangkau untuk membantu meningkatkan daya saing produk. Dengan kualitas produk  yang baik, tentunya pasar dalam negeri yang memang sangat besar bisa diraih. (*)

DARAJAT ARIANTO, Wartawan Tribun Jabar
Sumber Tribun Jabar

Selasa, 02 Maret 2010

Layanan Pelanggan dalam 10 Langkah Sederhana

Jika Anda seperti saya, Anda memiliki banyak pengalaman dengan layanan pelanggan yang buruk. Pikirkan terakhir kali Anda mengalamai kejadian buruk dengan produk atau jasa.

Mungkin produk atau jasa tidak sejalan dengan sales. Mungkin perusahaan tidak merespon telepon atau e-mail. Mungkin mereka tidak melakukan apa yang mereka katakan. Atau mereka mencari-cari alasan ketika Anda melaporkan masalah atau ada pertanyaan.

Jika Anda memikirkan semua pengalaman negatif melebur menjadi satu hal, kurangnya layanan pelanggan. Dan kurangnya layanan pelanggan biasanya bermula dari kurangnya fokus pada pelanggan. Banyak bisnis yang kehilangan pandangan siapa yang mereka layani dalam bisnis.

Alih-alih pepatah lama, "pelanggan selalu benar," saat ini banyak pengusaha yang merasa terganggu dengan pelanggannya. Saya akan katakan rahasia saat di awal sebagai agen iklan. Kami dulu punya pepatah, "bisnis ini akan besar, jika ini bukan untuk klien."

Hal yang bodoh bukan?! Kita tidak ada pekerjaan jika tidak utuk klien. Ya, terkadang klien bisa jadi sulit, tapi mereka adalah alasan kita berbisnis. Tugas kita adalah melayani mereka. Jika mereka kesal, seharusnya kita terbuka untuk mencari tahu alasannya, dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan produk atau jasa.

Ya, terkadang Anda harus  menemui seseorang yang tidak tahu apa –apa, dan Anda harus berhubungan  dengannya. Tapi seringkali, keluhan klien mengungkap masalah atau sesuatu yang bisa kita tingkatkan.

Jadi selalu dengarkan pelanggan Anda. Berkomitmen untuk memperlakukan pelanggan dengan baik. Setelah itu, memberikan layanan pelangan yang baik adalah salah satu alat marketing terbaik dan termurah yang ada. Jika Anda memperlakukan pelanggan dengan  baik, atau lebih baik, diluar harapan mereka, Anda akan dihargai.

Klien yang happy adalah klien yang sama yang akan dengan senang hati mereferensikan pada Anda. Kebalikannya juga benar. Jika Anda klien yang kecewa, atau tidak memberikan apa yang Anda janjikan, atau memperlakukan mereka dengan buruk, mereka akan mengatakan pada setiap orang betapa buruknya Anda. Nyatanya, klien yang kecewa tersebut lebih banyak membicarakan Anda daripada klien yang happy. Sayangnya, seperti itulah biasanya terjadi.

Kabar baiknya adalah, tidak sulit memberikan layanan pelanggan yang baik. Anda hanya perlu menyadari dan membuat prioritas. Berikut adalah 10 tips untuk membantu Anda dalam layanan pelanggan.

Minggu, 14 Februari 2010

Katalog Digital Buatan bandung

Mungkin beberapa dari anda mengetahui toko online tentang berbagai brand sepatu, fashon dan produk bandung lainnya. apalagi sekarang maraknya toko online hapir tiap produk ada di wbsite dengan memanfaatkan website, blog, situs jejaring sosial dll.

Bagi penjual rasanya tidak lengkap kalao jualan produk bandung tidak di lengkapi dengan katalog atau media untuk jualan. dan disini buatan bandung memberikan pasiltas katalog dengan katalog gratis dapat di minta dengan syarat dan ketentuan berlaku ataupun di download di situs buatan bandung. makanya dari itu buatan bandung beda dari pada yang lain selalu mengutamakan kebutuhan pelnaggan.

Selasa, 02 Februari 2010

Bagaimana Mengatasi Keluhan Pelanggan?



Berikut adalah beberapa langkah mudah yang bisa Anda ikuti untuk membantu menangani keluhan pelanggan.



Langkah mudah yang bisa Anda ikuti ketika hal–hal tidak sesuai dengan rencana.

Lima belas tahun yang lalu saya ada keluhan pada sebuah restoran Italia terkemuka di Minneapolis. Saya masih ingat betapa buruknya respon karyawan terhadap keluhan saya. Nyatanya, saya menggunakannya pada seminar layanan pelanggan. Hal ini menunjukkan kekuatan yang harus kita berikan pada pelanggan untuk mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan.

Berikut adalah beberapa aturan yang saya ajarkan di seminar untuk membantu menangani keluhan pelanggan. Jika Anda dan staf Anda mengikuti aturan ini, Anda bisa mengubah pelanggan yang tidak happy menjadi pelanggan yang loyal pada bisnis Anda.

1. Mendengarkan dengan baik.

Berikan perhatian Anda secara penuh. Jangan mengerjakan hal lain. Jangan 'separo mendengarkan'. Tuliskan apa yang mereka katakan pada Anda dan dapatkan hal-hal yang spesifik. Pastikan Anda memahaminya. Hanya fokus pada mereka.

2. Biarkan mereka berbicara.

Jangan menyela. Jangan menjelaskan, mempertahankan diri, atau memberikan penilaian. Mereka tidak peduli dengan terjadi masalah dan mereka tidak menginginkan cerita versi Anda. Mereka marah dan ingin melampiaskannya, jadi biarkan demikian.

3. Meminta ma'af dengan tulus.

Ini sulit dilakukan terlebih jika Anda bukan yang menyebabkan masalah. Jika dalam situasi ini Anda meminta ma'af, Anda tidak dipersalahkan karena telah menyebabkan masalah. Anda meminta ma'af karena pelanggan mengalami hal yang tidak menyenangkan. Posisikan diri Anda pada posisi mereka. Bersikap tulus.

4. Tanyakan pada mereka bagaimana Anda bisa memperbaikinya. Dan lakukan dengan lebih.

Terlalu banyak karyawan yang tidak menangapi baik keluhan atau generik, stok respon, seperti mengeluarkan uang untuk membayar tagihan. Tapi resiko tersebut membuat pelanggan lebih kesal jika itu bukan yang mereka inginkan. Nyatanya, mungkin Anda membuat orang lain tersinggung dengan menawarkan diskon.

Cara yang lebih baik adalah menanyakan apa yang mereka inginkan. Anda bersikap genuine dan sopan. Banyak orang yang tidak menginginkan banyak hal. Biasanya mereka hanya ingin, misalnya, jika mereka minta makanan gratis, respon Anda bisa jadi "Tn. Smith, tentu malam ini Anda makan malam di rumah. Tapi saya ingin mentraktir Anda dan keluarkan makan malam jika suatu saat Anda bergabung dengan kami. Apakah Anda keberatan?"

5. Meyakinkan mereka Anda akan memperbaiki masalah.

Karena Anda sudah mendengarkan dan memahami keluhan mereka, Anda mengerti mengapa mereka begitu kesal. Ambil langkah berikutnya dan yakinkan mereka bahwa Anda akan mengambil tindakan pencegahan agar tidak terulang kembali. Jika tidak, mengapa mereka harus kembali lagi? (Namun, Anda juga harus memperbaiki masalah tersebut.)

6. Berterima kasih pada mereka.

Tanpa feedback langsung dari pelanggan, kita tidak tahu apa yang bisa kita berikan pada pelanggan. Saat mereka mengatakan bahwa kita gagal mereka memberikan informasi yang berharga bagaimana kita bisa meningkatkan bisnis kita. Mereka mengatakan pada kita apa yang perlu dilakukan agar pelanggan kembali lagi. Jadi, berterimakasihlah atas bantuan mereka. Sangat jarang menemukan pelanggan yang bersedia meluangkan waktu dan upayanya untuk memberikan feedback. Berterima kasih pada mereka akan membuat mereka akan selalu kembali pada Anda.

Jika karyawan Anda menangani setiap keluhan pelanggan dengan menggunakan langkah-langkah ini, akan lebih banyak pelanggan yang kembali pada Anda. Anda akan memiliki bisnis yang lebih sehat karena keadaannya yang membaik. Pelanggan yang loyal adalah dasar dari usaha yang sehat dan bertahan lama.

***

Penulis: Kevin Stirtz membantu perusahaan meningkatkan pendapatan dan profit dengan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Sumber: http://www.StirtzGroup.com.

Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com

Selasa, 26 Januari 2010

Berbisnis Dengan Kebaikan Hati

Bisakah Anda membuat hari seseorang menjadi lebih baik? Bisakah Anda memperbaiki keyakinan. Bisakah Anda mengembalikan keyakinan pada dasarnya orang baik? Bisakah Anda berbisnis dengan suka cita disaat situasi yang kurang menyenangkan? Jawabannya ya, Anda bisa! Dengan sikap dan perspektif yang tepat, setiap orang bisa menjadi pemenang di setiap saat.
loveheartAlih-alih mengenalkan konsep baru pada layanan pelanggan, inilah saatnya mengenalkan kembali kebaikan yang sudah lama memudar.
Kembali ke "hari", jika Anda ingin sukses dalam bisnis, semuanya terkait dengan kebaikan hati dan apa yang dirasakan seseorang setelah melakukan transaksi bisnis dengan Anda. Inilah yang membuat mereka terus kembali, meski produk Anda biasa-biasa saja.
Mari kita lihat, kita semua ingin diperlakukan dengan baik di setiap aspek kehidupan kita. Tapi saat ini sudah mulai memudar karena kecanggihan teknologi dan dunia korporat yang bergerak cepat.
Namun pertimbangkan ini, ada sebuah cara untuk berbisnis dibawah kondisi yang menekan dengan mengadopsi filosofi 'lama' yang akan membuat Anda berbeda dan unik serta tidak menguras biaya.  Pada kenyataannya, ini akan menghemat uang karena orang yang baik hati dan bahagia lebih bersemangat dalam bekerja dan betah di perusahannya.
Mulai dengan menempatkan empati dan hasrat dalam kehidupan kerja Anda. Dengan memiliki kemampuan melihat bisnis dari sisi manusia, model bisnis baru ini yang didasarkan pada hal lama bisa terlahir kembali. Tapi kali ini akan terlihat segar dan baru. Gunakan kebaikan yang sederhana sebagai panduan.
Jika Anda menghadapi ini, tanyakan pada diri Anda: Adakah alasan dimana dimasing-masing hari tidak bisa menjadi yang terbaik bagi Anda dan setiap orang yang Anda hadapi? Yang terpenting adalah, kami adalah manusia yang juga berhubungan dengan sesama yang memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Jadi mengapa tidak memenuhinya dengan cepat dan bahagia?
Dengan meletakkan 'servis' baru,  setiap orang menjadi pemenang. Dan ketika seseorang merasa diperlakukan dengan baik dan dengan hormat ketika berbisnis dengan Anda, peluang akan berjalan dengan mulus dan efisien.
Tapi bagaimana jika Anda merasa terserang dan seseorang yang bekerja sama dengan Anda kasar dan tidak masuk akal? Berikut beberapa tip untuk berbisnis dengan cara yang baik, meski Anda berada di situasi yang berat:
  1. Pertama, lihat arti tersembunyi pada agenda. Apa yang dikhawatirkan orang tersebut (terlebih mengenai finansial). Ketahui selalu ada alasan mengapa seseorang kesal, dan Anda yang memiliki kemampuan untuk memecahkan isu jika Anda bertindak dengan hasrat dan melihat situasi dari perspektif orang lain sebelum merespon.
  2. Ingatlah, orang tidak terlahir dengan rasa marah. Mereka menjadi marah karena situasi negatif dimana mereka merasa terancam. Mereka bereaksi karena ketakutan.
  3. Meminta ma'af, meski terdengar tidak masuk akal, yang menunjukkan empati tingkat stres seseorang.
  4. Menjelaskan rencana tindakan, kerangka waktu penyelesaian rencana dan pencapaian tujuan yang dimaksud.
  5. Mengangkat pada manajer yang berpengalaman dalam menganalisa situasi dan terkait dan mengatasi isu secara obyektif jika diperlukan.
Ingatlah hasil yang diharapkan adalah win-win.
Setiap orang, terlepas dari apakah mereka pelanggan aktual, harus diperlakukan dengan cara yang tepat.
Bisakah Anda membuat hari seseorang menjadi lebih baik? Bisakah Anda memperbaiki keyakinan. Bisakah Anda mengembalikan keyakinan pada dasarnya orang baik? Bisakah Anda berbisnis dengan suka cita disaat situasi yang kurang menyenangkan? Jawabannya ya, Anda bisa! Dengan sikap dan perspektif yang tepat, setiap orang bisa menjadi pemenang di setiap saat.
***
Penulis: Jane Schulte adalah Executive Vice President dan COO PRISM Title & Closing Services, Ltd. yang berlokasi di Greater Cincinnati, serta Penulis WORK SMART, Not Hard!
Sumber: www.customerservicemanager.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com

Rabu, 20 Januari 2010

6 Kiat Menghalau Pembobolan Rekening


Jakarta - Teknologi yang digunakan para penjahat cyber semakin lama juga semakin canggih. Tak ayal, pihak perbankan pun harus memiliki sistem keamanan yang kuat untuk menghadangnya.

Meski demikian, untuk terhindar dari tindak kriminal ini juga diperlukan peran aktif nasabah. Simak 6 kiat untuk menghalau aksi pembobolan rekening ini menurut M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII):

1. Gunakan hanya kartu chip, kalau bank Anda belum memberikan kartu chip, Anda harus minta ganti dan jangan menggunakan untuk transaksi sebelum diganti. Aturan Bank Indonesia (BI) yang baru, sejak Januari 2010 kartu yang resmi dan boleh digunakan hanya kartu jenis chip.

"Cuma saya belum konfirmasi apakah aturan ini untuk kartu kredit saja atau juga untuk kartu atm? Seharusnya semua kartu yang diterbitkan perbankan. kalau di luar negeri, mesin ATM sudah tidak mau menerima kartu non-chip," papar Didin, panggilannya.

2. Lindungi kode 3 angka (CVV2) di belakang kartu Anda. Kecuali untuk otorisasi transaksi online, kode itu tidak akan pernah digunakan untuk transaksi konvensional di mesin ATM, atau di counter EDC merchant. Tutup 3 angka di belakang kartu itu dengan sticker, cellotape apa saja yang tidak transparan

3. Ubah PIN Anda sesering mungkin. Parameternya sederhana, ketika Anda cukur rambut, ganti kaos kaki (karena mulai bau), atau ganti sikat gigi (karena sudah mulai kusut) atau setiap kali cek angin ban kendaraan, itulah saatnya mengganti PIN kartu ATM Anda. Misalnya di pom bensin, biasanya sekarang ada mesin ATM, Anda bisa mengganti PIN ketika sedang transaksi pembelian BBM.

"Itu serius, musuh utama masalah keamanan adalah behaviour manusia itu sendiri, kebiasaan, kelakuan, sebagian besar pembobolan terjadi akibat dari eksploitasi terhadap kelemahan sosial, makanya disebut social engineering," tukasnya.

4. Jangan pernah memberikan informasi pin dan data pribadi yang biasa digunakan untuk otorisasi perbankan kepada siapapun dengan alasan apapun termasuk pada customer service bank, seperti misalnya nama gadis ibu kandung dan lainnya. Kecuali memang yakin bahwa itu prosedur yang harus dilalui. Sebab sekarang banyak sekali pihak ketiga (misalnya perusahaan asuransi) dengan alasan kerja sama dengan pihak bank penerbit kartu, menawarkan produknya secara telemarketing dan Anda diminta memberikan informasi pribadi ini.

"Sialnya apabila ternyata itu bukan dari telemarketing tetapi dari sindikat pelaku fraud, Anda tidak pernah tahu dan tidak bisa melakukan kros cek dalam situasi ini," lanjut Didin.

5. Berhati-hati apabila menerima tawaran dari telemarketing seperti itu, karena biasanya persetujuan yang anda berikan akan diterjemahkan sebagai kesediaan untuk melakukan auto ebet terhadap account anda. Ini berbahaya, lebih baik bila kurang yakin, Anda meminta waktu untuk melakukan konfirmasi kepada bank penerbit apakah benar pihak bank punya kerjasama dengan pihak telemarketing tersebut dan bagaimana aturan main serta risikonya.

"Atau sekalian saja Anda selalu menolak tawaran itu atau cukup tahu nama produk dan siapa penyelenggaranya selanjutnya sebenarnya Anda sendiri bila tertarik bisa insiatif jadi yang balik menghubungi penyelenggara jasa itu dan meminta untuk dilayani. Cara ini lebih aman, walau membutuhkan partisipasi aktif Anda," kata Didin.

6. Awasi terus keberadaan kartu Anda ketika berada di counter merchant, jangan biarkan kartu itu dibawa kemana-mana dan digesek ke mesin yang berbeda berkali-kali. Lebih baik Anda membatalkan transaksi dan tidak usah menandatangani apapun dan laporkan ke bank penerbit apabila curiga dengan kondisi di suatu counter merchant.

Awasi juga kondisi mesin EDC, apakah nampak ada perangkat tambahan atau sambungan kabel tambahan yang mencurigakan. Tapi ini perlu pemahaman teknis, pengguna awam biasanya tentu akan sulit membedakan.

Kita mesti ingat, begitu kita gesek kartu itu, maka semua informasi penting akan tercatat oleh mesin EDC dan sebagian bahkan di print out. Seperti nama, nomor kartu dan tanggal masa berlaku (kadang kala tanggal mulai menggunakan).

Seseorang tidak perlu punya ingatan super untuk menghapal deretan kode angka yang tertera di kartu. Kalau Anda lengah cukup banyak waktu bisa digunakan pelaku untuk mencatat informasi itu (thrasing). Bahkan mereka bisa saling kerja sama misalnya berdua, satu orang sengaja mengalihkan perhatian Anda dan satunya yang membawa kartu mencatat atau bahkan menggesekkan kartu anda ke mesin skimming yang tidak terlihat ( ash / faw )

Sumber : www.detikinet.com

Selasa, 19 Januari 2010

Strategi Harga Dalam Marketing


Harga selalu dianggap sebagai hal penting dalam strategi marketing, seperti fokus pada promosi atau iklan. Namun, strategi harga, bisa memberikan dampak yang besar pada sales dan (yang lebih penting) profit.

Harga adalah apa yang dibayar oleh kustomer dan/atau apa yang dibayar oleh konsumen akhir atas produk atau jasa. Dalam hal produk tidak langsung terjual ke end user, harga selalu dianggap sebagai “grosir” dan “retail”. Jika alur distribusi tersebut panjang (seperti ada manufaktur, broker/distributor, retailer, dan end user), mark-up ganda bisa terjadi antara harga grosir dan ritel.

Strategi harga yang optimal akah tergantung lebih dari sekedar biaya Anda. Faktor-faktor dalam bisnis Anda seperti kompetitor, supplier, dan ketersediaan barang pengganti, serta kustomer juga turut andil. Positioning (bagaimana Anda ingin diterima oleh target audien) juga merupakan pertimbangan.

Strategi Harga

Ada berbagai ragam strategi harga. Masing-masing strategi digunakan di situasi yang berbeda. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih strategi terbaik adalah biaya Anda; sales jangka pendek dan panjang serta target profit; aktfitas kompetitorl dan nilai life time kustomer. Beberapa strategi harga adalah:

a. Cost plus mark-up.
Disinis, Anda menentukan profit yang ingin Anda dapatkan sebelum menentapkan harga. Pahami biaya Anda dan nilai jual Anda adalah biaya ditambah dengan angka profit yang sudah ditetapkan. Pendekatan ini membantu Anda untuk fokus pada profit, tapi juga bisa menyebabkan harga diluar harapan kustomer dan harga kompetitor.

b. Competitive pricing.
Dalam competitive pricing, Anda melihat harga yang dikenakan kompetitor dan menggunakannya sebagai benchmark untuk menetapkan harga produk Anda. Strategi positioning Anda dan kompetitor akan menentukan apakah harga Anda setara, sedikit dibawahnya, atau sedikit diatas pesaing.

c. Price skimming.
Teknik ini digunakan jika Anda menawarkan produk yang unik dengan sedikit atau tanpa pengganti. Harga yang ditentukan tinggi, sehingga memberikan margin yang tinggi bagi penjual. Pembelinya adalah mereka yang mau membayar karena prestise atau keunikan produk tersebut. Dalam hal produk kebutuhan pokok, kustomer tidak memiliki pilihan lain. Seringkali, price skimming adalah strategi jangka pendek saat kompetitor membawa produknya, harganya diturunkan. Dalam kasus kebutuhan sehari, apakah kebutuhan tersebut berlebih (garam saat badai es, misalnya) atau kekurangan bersifat sementara. Sebelum mempertimbangkan teknik ini, sadari jika kustomer merasa Anda memanfaatkan mereka, Anda membangun “niat buruk” bagi usaha Anda.

d. Penetration pricing.
Ini lawan dari price skimming. Harga ditentukan dibawah biaya dengan tujuan mendapatkan market share yang besar. Karena penetrasion price tidak mencakup biaya, ini juga strategi sementara. Karena strategi ini menguntungkan, kustomer harus bersedia membayar harga normal, harga yang lebih tinggi.

e. Loss leader.
Disini, harga satu atau lebih produk dibawah biaya untuk menarik kustomer. Anda berharap kustomer akan membeli produk lain yang menguntungkan dari Anda. Strategi ini biasanya diterapkan sabagai bagian dari promosi jangka pendek.

f. Close out.
Ini adalah langkah cerdik untuk menghabiskan produk yang bergerak lambat atau kelebihan produk di inventori. Anda menjual inventori dengan diskon besar untuk menghindari penyimpanan atau kelangkaan produk. Barang-barang akhir musim, makanan yang hampir kadaluwarsa, dan software versi lama atau buku cetakan adalah contoh barang-barang close out.

g. Multiple unit pricing.
Disebut juga dengan diskon kuantitas. Kustomer mendapatkan potongan harga atas pembelian dalam jumlah besar.

h. Membership atau trade discounting.
Disini, beberapa pelanggan (yang Anda kenal sebagai pelanggan setia) diberikan status elit, memberikan mereka hak istimewa untuk mendapatkan diskon pembelian mereka. Status ini bisa berdasarkan kedudukan, kenggotaan dalam organisasi, atau kriteria lainnya.

i. Variable pricing.
Strategi ini, kustomer yang berbeda membayar harga yang berbeda. Seringkali strategi ini digunakan untuk pekerjaan proyek. Masing-masing proyek memiliki karakter yang unik, begitu juga harga pekerjaannya. Dalam kasus lain, harga dinego dengan masing-masing kustomer (contohnya mobil).

j. Versioning.
Menawarkan produk yang sama dengan tingkat fungsi yang berbeda. Masing-masing level diberi harga yang berbeda dan didalamnya termasuk serangkaian atribut yang berbeda. Perusahaan software dan Web hosting seing menggunakan strategi ini. Versi trial atau basic biasanya ditawarkan dengan harga yang sangat murah bahkan gratis. Versi upgrade tersedia dengan harga yang lebih tinggi.

k. Bundling.
Disini, beberapa item dijual bersamaan dengan harga dibawah jika dibeli secara terpisah. Dengan bundling item populer dengan produk yang kurang dikenal, Anda bisa meningkatkan penjualan. Sebagai tambahan, dalam hal penyimpanan barang, Anda bisa menghindari closeout.

Dampak Internet dalam strategi harga

Terlepas dari menentukan strategi harga, web juga memberikan pengaruh besar dalam pemilihan strategi harga yang tepat, dengan memungkinkan kustomer mendapatkan informasi yang memadai dan lebih vokal.

Ada berbagai forum dan diskusi dimana para member bergai pengalaman dengan provider. Misalnya, kustomer Anda di Paris bisa melakukan komplain atau memuji kustomer potensial Anda di St. Louis. Artinya, kustomer tidak hanya membuat keputusan yang lebih baik sebelum membeli, tapi juga informasi yang tersebar (baik pujian dan komplain) setelah pembelian. Untuk alasan-alasan tersebut, Web menjadi lebih penting dimana Anda tetap dengan harga yang kompetitif dibandingkan kompetitor dan menjaga praktek harga yang fair.

***

Oleh: Bobette Kyle
Sumber: http://www.WebSiteMarketingPlan.com

Diterjemahkan oleh Iien – tim pengusahamuslim.com